Ekonomi
Properti 2025: Bangkitnya Hunian TOD
A
Admin Demo
03 Dec 2025
Sektor properti tahun 2025 menemukan momentum kebangkitannya bukan di rumah tapak pinggiran kota yang luas, melainkan di apartemen kompak yang menempel dengan stasiun transportasi massal. Konsep Transit Oriented Development (TOD) telah bergeser dari sekadar jargon pemasaran menjadi kebutuhan primer kaum urban. Kemacetan Jakarta dan kota penyangga yang semakin parah membuat waktu tempuh menjadi variabel paling mahal dalam keputusan membeli hunian.
Pengembang besar kini berlomba-lomba membangun hunian vertikal di titik-titik simpul MRT, LRT Jabodebek, dan Kereta Cepat. Unit-unit apartemen studio atau 1-kamar tidur dengan desain minimalis dan furnitur multifungsi menjadi yang paling laris diburu pasangan muda dan pekerja profesional. Mereka rela mengorbankan luas bangunan demi akses mobilitas yang mudah dan murah. "Gaya hidup tanpa mobil pribadi" menjadi tren baru yang didukung oleh ekosistem TOD ini.
Secara ekonomi, tren ini mendongkrak nilai lahan di sekitar infrastruktur transportasi. Pemerintah juga mendukung dengan insentif KPR Khusus Hijau untuk hunian TOD yang memiliki sertifikasi ramah lingkungan. Namun, tantangan harga tetap membayangi. Tingginya permintaan membuat harga per meter persegi di kawasan TOD melonjak, sehingga diperlukan intervensi pemerintah untuk menyediakan hunian TOD subsidi agar konsep hunian efisien ini tidak hanya dinikmati oleh kalangan menengah atas.
Pengembang besar kini berlomba-lomba membangun hunian vertikal di titik-titik simpul MRT, LRT Jabodebek, dan Kereta Cepat. Unit-unit apartemen studio atau 1-kamar tidur dengan desain minimalis dan furnitur multifungsi menjadi yang paling laris diburu pasangan muda dan pekerja profesional. Mereka rela mengorbankan luas bangunan demi akses mobilitas yang mudah dan murah. "Gaya hidup tanpa mobil pribadi" menjadi tren baru yang didukung oleh ekosistem TOD ini.
Secara ekonomi, tren ini mendongkrak nilai lahan di sekitar infrastruktur transportasi. Pemerintah juga mendukung dengan insentif KPR Khusus Hijau untuk hunian TOD yang memiliki sertifikasi ramah lingkungan. Namun, tantangan harga tetap membayangi. Tingginya permintaan membuat harga per meter persegi di kawasan TOD melonjak, sehingga diperlukan intervensi pemerintah untuk menyediakan hunian TOD subsidi agar konsep hunian efisien ini tidak hanya dinikmati oleh kalangan menengah atas.