Ekonomi
Menjaga Daya Beli di Tengah Inflasi
A
Admin Demo
03 Dec 2025
Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik yang mempengaruhi harga minyak dan komoditas, perekonomian Indonesia di tahun 2025 tetap tumbuh positif di kisaran 5%. Kunci dari ketahanan ini adalah kuatnya konsumsi rumah tangga domestik. Oleh karena itu, menjaga daya beli masyarakat menjadi prioritas absolut bagi tim ekonomi kabinet saat ini. Musuh utamanya adalah inflasi, khususnya inflasi bahan pangan (volatile food).
Strategi pengendalian inflasi kini jauh lebih canggih. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggunakan data real-time dan teknologi agritech untuk memantau stok bawang, cabai, dan beras. Jika satu daerah mengalami kekurangan stok, sistem logistik nasional segera mengirim pasokan dari daerah surplus sebelum harga sempat melonjak. Bantuan sosial kini disalurkan secara digital dan tepat sasaran berdasarkan data registrasi sosial ekonomi yang telah dimutakhirkan, mencegah kebocoran anggaran.
Bank Indonesia juga memainkan peran krusial dengan menyeimbangkan suku bunga acuan. Tujuannya adalah menjaga stabilitas Rupiah tanpa mematikan kredit usaha bagi sektor riil. Tantangan terberat adalah dampak perubahan iklim yang tak terduga yang bisa memicu gagal panen. Meski demikian, dengan kombinasi kebijakan fiskal yang pruden dan moneter yang terukur, Indonesia optimis dapat menutup tahun 2025 dengan inflasi yang terkendali, menjaga dompet rakyat tetap aman untuk berbelanja dan memutar roda ekonomi.
Strategi pengendalian inflasi kini jauh lebih canggih. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggunakan data real-time dan teknologi agritech untuk memantau stok bawang, cabai, dan beras. Jika satu daerah mengalami kekurangan stok, sistem logistik nasional segera mengirim pasokan dari daerah surplus sebelum harga sempat melonjak. Bantuan sosial kini disalurkan secara digital dan tepat sasaran berdasarkan data registrasi sosial ekonomi yang telah dimutakhirkan, mencegah kebocoran anggaran.
Bank Indonesia juga memainkan peran krusial dengan menyeimbangkan suku bunga acuan. Tujuannya adalah menjaga stabilitas Rupiah tanpa mematikan kredit usaha bagi sektor riil. Tantangan terberat adalah dampak perubahan iklim yang tak terduga yang bisa memicu gagal panen. Meski demikian, dengan kombinasi kebijakan fiskal yang pruden dan moneter yang terukur, Indonesia optimis dapat menutup tahun 2025 dengan inflasi yang terkendali, menjaga dompet rakyat tetap aman untuk berbelanja dan memutar roda ekonomi.